19/09/2015

Jelajah Plus #3 - Cara Beli Tiket Kereta Api (+ Pengalaman Berangkat dari Gambir)

#recycledpost #throwbackOct2013

Salah satu alat transportasi yang bisa membawa kedua kakimu sampai di kota Bandung adalah KA Argo Parahyangan (especially kalo kamu warga Jekarda..). Belum lama ini saya pergi ke sana menggunakan cara tersebut, dan karena kali itu adalah pengalaman pertama jadinya ada sikit bingung-bingung dot com gitu... Langkah pertamanya tentu saja mencari jadwal penerbangan, eh, per-apa ya.. (`▽´)-σ perkeretapian? Heh.


Untuk mengetahui tanggal dan jam keberangkatan kereta, kamu bisa masuk ke situs resmi PT Kereta Api Indonesia dan klik menu Reservasi Tiket, lalu di sebelah kanan masukkan detil dari tujuanmu, seperti tanggal, stasiun asal, stasiun tujuan, dan jumlah penumpang. Klik Tampilkan, dan voila!, munculah info yang kamu perlukan. Karena saya berangkat dari Gambir dengan tujuan ke Stasiun Bandung, maka opsi yang muncul adalah Kereta Api Argo Parahyangan (di tiket saya tertulis KA Argo Parahyangan Tambahan, nggak tahu sih apa bedanya).

Kalau sudah tahu jadwal, sekarang saatnya kamu memilih kelas KA yang diinginkan. Ada berbagai jenis kelas Eksekutif dan berbagai jenis kelas Bisnis dan pada beberapa kereta ada juga yang menawarkan kelas Ekonomi. Kalau kamu ingin tahu beda jenis-jenis kelas kereta api, ada seorang agan blog writer yang menceritakan dengan jelas perbedaan di antara mereka, ini link-nya (mantep deh, (´⌣`ʃƪ) jadi pengen ngasih cendol). Saya yang pergi berdua papa pun akhirnya memilih untuk naik kelas Eksekutif A, itung-itung nyobain deh, jarang-jarang soalnya naik KA.


Ada banyak cara untuk membeli tiket kereta api, misalnya sebagaimana yang tertera pada peraturan penumpang no. 8 yang tertera di balik tiket KA. Jika kamu ingin membeli tiket lewat situs resmi KA di atas juga bisa. Tinggal mengikuti saja petunjuk yang ada dan setelah mengisi data lengkap kamu akan diminta untuk memilih tipe pembayaran, sebagaimana tertera pada gambar di bawah ini (hiks nggak ada KlikBCA, tapi ada KlikPay sih..):


Tadinya berniat langsung beli pakai kartu kredit, tapi kena charge sepuluh ribu kalau nggak salah. Kalau beli di Indomaret kena charge-nya lebih murah, Rp 7.500 buat rame-rame sekaligus (tapi charge segitu ada batas maksimum jumlah orang, bertiga atau berapa gitu). Karena dekat rumah ada Indomaret, saya pun membeli tiket kereta lewat Indomaret. Keuntungannya nggak perlu ikut antrian untuk beli tiket di Gambir. 

Meski begitu, waktu beli di Indomaret hanya diberi bukti pembayaran (dan dapet bonus air mineral cup gitu sama obat masuk angin sachet-an) sehingga bukti pembayaran tersebut masih harus ditukar lagi dengan tiket kereta api di Gambir (paling telat satu jam sebelum keberangkatan sudah harus ditukar). Dan sayangnya, hiks, nggak bisa dapat diskon lansia kalau beli tiket di minimarket (papa saya sudah berusia di atas 60 tahun sehingga sebetulnya berhak atas diskon 20%, tapi untuk saat ini kelihatannya diskon hanya bisa didapat kalau beli tiket langsung di loket stasiun). Tiket pun saya claim sehari sebelum saya pergi supaya nggak mepet dan buru-buru pas hari H-nya (karena jam berangkat saya cukup pagi).


Pagi itu pun, kira-kira setengah tujuh, saya tiba di Stasiun Gambir yang bernuansa hijau-hijau dan berhadapan dengan Monas. Di situ nampak puluhan Bus Damri berjajar untuk menunaikan tugasnya bolak-balik ke Bandara Soetta. Beberapa tenant yang kelihatan antara lain ada Indomaret Point, Alfamart, Dunkin Donuts, kios koran dan buku berlabel Gramedia, Indo Rail Tour, money changer, dsb. Selain itu ada juga papan petisi gede yang mendukung proyek sponsor untuk menjadikan Jakarta bersih berkilau (yeah, let's do it!). Suasana stasiun tidak terlalu ramai, tapi juga bukannya sepi sama sekali. Nampak juga beberapa bule bertubuh kekar yang sudah siap berkelana dengan tas punggung khas mereka.


Kami pun menunjukkan tiket dan KTP kepada pak petugas yang memberikan stempel sebagai tanda kami boleh lanjut naik tangga menuju jalur 1 - tempat KA Argo Parahyangan Tambahan berangkat. Di sana sudah banyak orang menunggu keretanya masing-masing di jalurnya masing-masing. Bunyi kereta api ternyata memang mirip sama yang ada di film kartun lho, jus jus jus jus gituuu..

Sayang aja, keretanya tiba dan berangkat terlambat ƪ(‾ε‾“)ʃ why... Di tiket saya tertera jadwal berangkat yakni Pk 07:20, tapi baru berangkat sekitar Pk. 07:45. Dan sempat ada insiden kecil dimana ada seorang Ibu duduk di kursi saya. Kami pun sama-sama menunjukkan tiket masing-masing kepada petugas (dan astagah, nomor kursi Beliau sama dengan nomor kursi saya). Ternyata Beliau salah naik KA, seharusnya naik kereta shift berikutnya yang berangkat satu jam kemudian. Wuaah, untung saja keretanya belum jalan, jadi Beliau masih sempat turun. Untung juga naiknya bukan jurusan lain, kalau pas bangkunya kosong dan si Ibu tetap duduk, bisa repot nanti, malah nyampe di kota lain... (!!˚☐˚) OH, NOO! 'Kan nggak lucu kalau mau ke Bandung malah sampai di Brebes, hehe... (oops, did I just laugh?). Hal ini pun jadi pelajaran buat saya supaya selalu memastikan dengan benar jalur mana, kereta mana, dan jam berapa kereta berangkat. Ingat..ingat...

Tambahan - Pertanyaan Pembaca (Hyoori - 1 Juli 2015):
"Seru bngt ya xD. Tp. NUker tiket tu emang cuma bisa di gambir aja yah? Soalnya saya sering liat org naik dr stasiun lain kaya jatinegara or klender gitu. Berarti mereka kudu tuker tiket dulu ya sebelumnya di gambir, baru naik dr stasiun lain?"

Jawaban Penulis (per 1 Juli 2015):

Hi there, saya coba jawab:

(1) Menurut kompas.com (Juni 2015, url: http://bit.ly/1HwTZUa), tiket yang didapat dari berbagai media pemesanan dapat dicetak sendiri di stasiun yang memiliki mesin Cetak Tiket Mandiri (CTM) yang ada di Stasiun Gambir (9 CTM), Pasar Senen (7 CTM), Jakarta Kota (2 CTM), Jatinegara (1 CTM), Bekasi (1 CTM), Tanjung Priuk (1 CTM) dan Stasiun Bogor (1 CTM).

(2) Menurut blog.tiketkai.com (Sept 2014, url: http://bit.ly/1GMTKgQ), penukaran tiket kereta api dapat dilakukan di loket-loket stasiun keberangkatan.


EmoticonEmoticon