03/10/2015

Jelajah Bangkok #15 - Turun dari Perahu di Ratchawong Pier untuk... Lihat-lihat CHINATOWN-nya Bangkok!

#throwbackDec2014

Eits, jangan bosen dulu, nanggung niiih temans. Saya masih pengen cerita soal "halte air" lainnya yang saya singgahi dengan menaiki Chao Phraya Tourist Boat. Kali ini saya menuju ke kawasan pecinan Bangkok, yang ada di Ratchawong Pier. Meski masuk akal karena jumlah penduduk TiongKok adalah yang terbesar di dunia, tapi tetep... kind of amazed ngeliat Chinatown ada di berbagai belahan dunia: KL, India, London, Aussie, US, bahkan Afrika Selatan! ~you name it.


Karena itu... ada rasa sedikit nggak lengkap kalau nggak mampir ke Chinatown saat berkelana ke negeri tetangga. Tentu bukan tanpa alasan, karena kekentalan budaya yang nampak lewat atribut-atribut fisik di sana ples global image "terjangkau" yang melekat pada kata "Chinatown" membuatnya sibuk dijejali turis untuk berfoto-ria daaan... beli oleh-oleh dong!! Ha.




Menurut buku panduan yang saya dapatkan dari provider kapal yang saya naiki, area wisata yang dapat dikunjungi di sekitar halte Ratchawong adalah Wat Mangkon Kamalawat, Chinatown (Yaowaraj), Pharurat (Indian) Market, dan Sampheng Market.


Ooh, ada deretan tuk-tuk di pinggir jalan yang mengingatkan saya pada pangkalan bajaj dekat rumah. Psstt.., ai sedikit heran karena sebenarnya selama saya di Bangkok, jarang melihat ada tuk-tuk yang dinaiki penumpang.


Karena nggak punya koneksi internet, saya pun berjalan mengikuti feeling. Hehe. Patokannya adalah asal ramai dan terlihat seperti Glodok, maka saya akan jalan ke sana. Astagah - setelah pulang dan cek internet, baru sadar kalau SEDIKIT LAGI saya akan sampai ke Chinatown DARI BELAKANG (heh). Ternyata saya ada salah jalan di awal (*manyun*).



Harusnya saya belok kanan, baru akan sampai ke Chinatown via Yaorawat Road. Tapi tampak di peta bahwa saya belok ke kiri dan melalui rute berikut: dari Si Phraya Express Boat Pier, lalu melalui jalan Song Wat dimana di tengah jalan saya ingat melewati Siam Commercial Bank, belanja baju di toko Big Jin, dan beli oleh-oleh di gang tempat Aree Inter Limited Partnership berada. Pantes aja pas mampir ke sini nggak lihat gerbang Chinatown yang menjulang tinggi itu.



Meskipun gagal sampai ke Chinatown, tapi area yang saya lalui cukup mirip sama Petak Sembilan a.k.a. kawasan Glodok di Jakarta. Maklum, jalanan Song Wat ini masih dekat sekali dari Chinatown. Contoh nih, ada banyak Pedagang Kaki Lima yang menjual buah dingin dan gorengan (misalnya ada taro goreng, kentang goreng, pisang goreng, juga woh, KELAPA GORENG)...


Malah ada gerobak kaki lima yang menjual sandwich siap makan yang telah dikemas rapi. Harganya 15 Baht saja dan kelihatannya enak...


Tidak hanya makanan, para PKL ini juga menjajakan aneka barang lain seperti perlengkapan dapur, sepatu, dsb. Sama seperti Pancoran Glodok, karena mereka berdagang di atas trotoar, jalanan untuk pejalan kaki jadi sangat sempit.


Eits, tapi yang bikin mirip Glodok sebetulnya adalah dari banyaknya ruko yang menjual aneka produk baik grosir maupun ritel dari ujung ke ujung jalan. Kawasan bisnis konsumer yang sibuk.


Menyempatkan diri untuk belanja baju. Big Jin adalah salah satu toko yang saya masuki. Baju yang saya beli di sini dipuji teman loh waktu saya pakai di Indo. Hehe. Meskipun nggak besar, toko ini menjual pakaian dengan berbagai model yang sedang tren, kualitasnya bagus dan harga yang lebih terjangkau dibanding dengan yang dapat ditemukan di Jakarta untuk kualitas baju yang sama.


Nggak lupa makan siang untuk mengisi perut yang mulai dangdutan nggak karuan. Hmm.. enak sekali sup bihun bakso ini. (Fyi, as you might have known di Thailand banyak makanan non-halal. Jadi kalau Anda non-vege atau non-muslim bisa puas-puasin makan pork di Bangkok karena berlimpah ruah dan harganya muraaah...).


Ada sebuah gang yang dipadati oleh penjual, kebanyakan pakaian dan tas sih. Kalau mau beli oleh-oleh tempat ini bisa jadi salah satu opsi yang oke karena kualitasnya nggak mengecewakan untuk harga yang terjangkau, misalnya borong selendang atau aksesoris untuk kerabat dekat. Kalau saya nggak salah, ini namanya Sampeng Lane Market. Kalau cari di Google Maps, gang ini adalah tempat dimana toko yang bernama Aree Inter Limited Partnership (di jalan Chakkrawat) berada.



Final words, sebetulnya karena area yang saya lewati ini mirip banget sama kawasan Pinangsia dan sekitarnya di Jakarta, maka nggak terlalu menarik untuk dikunjungi. Kebanyakan tempat hanya saya lewati dengan jalan cepat. Hanya di Sampeng Lane-lah saya habiskan waktu sedikit lebih lama untuk belanja. Tapi entahlah kalau di Chinatown-nya sendiri, mengingat saya salah arah dan nggak sempat mampir ke situ.

Yang jelas banyak yang bilang kalau Chinatown Bangkok akan lebih keren dikunjungi saat malam hari karena banyak papan toko berlampu yang ketika menyala saat langit gelap jadi semarak. Juga ada banyak jajanan pasar yang bisa dinikmati. Mungkin bolehlah ini jadi destinasi terakhir dari semua halte air yang dirimu kunjungi hari itu. Menurut tourismthailand.org, kawasan ini buka dari jam 7 pagi sampai 12 malam. Cek peta dulu di hotel, biar nggak salah arah. *nyengir*


EmoticonEmoticon